Yang Punya LakhaSpace ini...
Bagi gadis kelahiran 7 April ini, menulis adalah media yang paling tepat untuk mencurahkan isi pikiran dan hatinya. Menulis membuatnya mampu mengungkapkan semua kegelisahan, uneg-uneg, dan apapun yang ingin disampaikannya.
Menulis sebenarnya bukan cita-cita yang sudah dipersiapkannya sejak kecil. Tapi saat Laura mengikuti program homestay ke Australia ketika SMU, ia ditanya oleh guru bahasa Inggrisnya, Mrs. Erin, “What do you wanna be?”
Bingung karena merasa belum menemukan jatidirinya, ia hanya asal menjawab, “An author…”
Tak disangka sekarang ia benar-benar menerjuni dunia ini secara serius. Memang sejak SMP Laura kerap curhat pada diarynya. Hampir setiap hari ia menulis diary yang ternyata sangat membantu mengasah kemampuannya menulis. Selanjutnya ia mulai coba-coba menulis banyak cerpen untuk koleksi pribadi.
Memasuki bangku kuliah kebiasaan menulisnya sempat vakum. Hasratnya membuat cerpen seakan hilang begitu saja. Tapi kebiasaannya menulis diary masih dilakoninya.
Sekitar tahun 2001 ia bergabung di Forum Lingkar Pena (FLP) Jakarta dan meraih predikat ‘Peserta Terbaik’ pada Workshop Penulisan Artikel, Cerpen, dan Novel Islami yang diadakan FLP di Lia Pengadegan, Pasar Minggu.
Bergabung di FLP meningkatkan rasa pedenya dalam menulis. Membuatnya bertemu dengan banyak penulis senior untuk berbagi pengalaman, dan membuatnya berani membuat terobosan. Akhirnya ia mulai mencoba mengirimkan karya-karyanya di media cetak.
Hasilnya karya tulisnya berupa cerpen, artikel, berita, dll pernah dimuat di Majalah Safina, Muslimah, Noor, Sabili, Saksi, SceneMovie, Koran Republika, Batam Pos, Batam News, Tabloid Parle, Fikri.
Sarjana Ilmu Sosial ini pun pernah menjadi Reporter Majalah Safina, Majalah Muslimah (PT Variapop Grup: Hidayah, Anggun, Paras, Variasari, Didik, Pengantin) dan Redaktur Majalah ‘Wisatahati’ milik Ustad Yusuf Mansur. Bekerja di media membuat link-nya semakin meluas. Ia jadi kenal orang penting dan terkenal. Kini ia masih tergabung di FLP Depok.
Menulis sebenarnya bukan cita-cita yang sudah dipersiapkannya sejak kecil. Tapi saat Laura mengikuti program homestay ke Australia ketika SMU, ia ditanya oleh guru bahasa Inggrisnya, Mrs. Erin, “What do you wanna be?”
Bingung karena merasa belum menemukan jatidirinya, ia hanya asal menjawab, “An author…”
Tak disangka sekarang ia benar-benar menerjuni dunia ini secara serius. Memang sejak SMP Laura kerap curhat pada diarynya. Hampir setiap hari ia menulis diary yang ternyata sangat membantu mengasah kemampuannya menulis. Selanjutnya ia mulai coba-coba menulis banyak cerpen untuk koleksi pribadi.
Memasuki bangku kuliah kebiasaan menulisnya sempat vakum. Hasratnya membuat cerpen seakan hilang begitu saja. Tapi kebiasaannya menulis diary masih dilakoninya.
Sekitar tahun 2001 ia bergabung di Forum Lingkar Pena (FLP) Jakarta dan meraih predikat ‘Peserta Terbaik’ pada Workshop Penulisan Artikel, Cerpen, dan Novel Islami yang diadakan FLP di Lia Pengadegan, Pasar Minggu.
Bergabung di FLP meningkatkan rasa pedenya dalam menulis. Membuatnya bertemu dengan banyak penulis senior untuk berbagi pengalaman, dan membuatnya berani membuat terobosan. Akhirnya ia mulai mencoba mengirimkan karya-karyanya di media cetak.
Hasilnya karya tulisnya berupa cerpen, artikel, berita, dll pernah dimuat di Majalah Safina, Muslimah, Noor, Sabili, Saksi, SceneMovie, Koran Republika, Batam Pos, Batam News, Tabloid Parle, Fikri.
Sarjana Ilmu Sosial ini pun pernah menjadi Reporter Majalah Safina, Majalah Muslimah (PT Variapop Grup: Hidayah, Anggun, Paras, Variasari, Didik, Pengantin) dan Redaktur Majalah ‘Wisatahati’ milik Ustad Yusuf Mansur. Bekerja di media membuat link-nya semakin meluas. Ia jadi kenal orang penting dan terkenal. Kini ia masih tergabung di FLP Depok.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home